Layanan Catering Aqiqah Bantul Terbaik yang Direkomendasikan Warga Bantul

Hukum Makan Daging Aqiqah


Hukum Makan Daging Aqiqah



Aqiqah adalah tradisi dalam Islam yang dilaksanakan sekali dalam seumur. Namun nyatanya,  masih banyak pertanyaan tentang hukum makan daging aqiqah bagi orang tua yang melaksanakan aqiqah bagi anaknya.
Lalu bagaimana Islam memandang pertanyaan tersebut? Seperti apa hukum makan daging aqiqah? Simak ulasannya di bawah ini.


Dalil yang Menjelaskan Hukum Makan Daging Aqiqah
Daging kambing selain disedekahkan ke orang-orang yang berhak juga bisa dimakan oleh keluarga yang melaksanakan aqiqah. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah RA yang diriwayatkan Al-Bayhaqi.

“Sunnahnya aqiqah adalah dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Dagingnya  dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Kemudian dimakan (oleh keluarganya), dan juga disedekahkan pada hari ketujuh”.
(Hadits Riwayat al-Bayhaqi)

Dari hadits yang telah disebutkan di atas, maka jelas hukum memakan daging aqiqah bagi keluarga adalah mubah atau boleh. Namun di sebagian masyarakat memang masih terdapat rumor yang berkembang tentang batalnya ibadah aqiqah apabila keluarga ikut makan daging aqiqah.

Padahal sebenarnya informasi yang mengatakan bahwa orang tua tidak boleh ikut makan daging aqiqah anaknya adalah salah. Perkataan demikian hakikatnya tidak memiliki dasar pijakan baik dari alquran, hadits maupun ijma’ ulama.

Hukum memakan daging aqiqah adalah mubah.  Jadi keluarga yang ingin  ikut menyantap menu aqiqah anaknya sngat diperbolehkan. Hukum mubah tersebut bukan hanya berdasakan hadits saja, tapi salah satunya dibahas dalam kitab Minhajul Muslim karya syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi.
Dalam kitab Minhajul Muslim karya Syaikh Jabir Al Jaza’iri, beliau menjelaskan bahwasannya yang boleh menikmati menu atau daging aqiqah adalah ahlul bait, lalu daging kemudian disedekahkan dan dihadiahkan.

Nah, adapun yang dimaksud ahlul bait tentu saja adalah keluarganya dari yang diaqiqahi. Siapa saja keluarga tersebut? Yakni  ayah, ibu, anak – anaknya. Anak-anak yang dimaksud adalah anak yang aqiqahnya sudah dewasa dan ia sudah memiliki anak.
Kemudian  kakak, adiknya, kakek dan neneknya mereka semua boleh ikut menikmati menu aqiqah.
Nah, daging aqiqah selain dimakan, maka juga harus diberikan kepada orang-orang yang berhak. Siapa saja orang-orang yang layak diberikan menu olahan daging aqiqah ini?


Orang-Orang yang Layak Menerima Daging Sembelihan Aqiqah
Orang-orang yang paling layak menerima sedekah daging aqiqah adalah orang fakir dan miskin dari kalangan umat Islam. Selain itu daging aqiqah juga hendanya diberikan kepada tetangga-tetangga tempat di mana ia tinggal.

Jangan lupa juga diberikan kepada sanak saudara pula. Sebab berdasarkan dari beberapa buah hadis dan amalan Rasulullah dan sahabat, seorang muslim disunatkan juga memakan sebagian daripada daging tersebut, bersedekah sebagian dan menghadiahkan pula sebagian lagi.
Adapun yang dimaksud dengan daging aqiqah yang dianjurkan untuk disedekahkan adalah menu aqiqah dapat diberikan kepada mereka yang yang berhak.

Maksud dari orang yang berhak adalah orang-orang yang secara ekonomi kurang beruntung. Jadi daging aqiqah bisa diberikan diberikan kepada anak-anak panti asuhan, anak-anak jalanan dan lain sebagainya.
Sedangkan yang dimaksud dengan dihadiahkan adalah menu aqiqah tersebut bisa diberikan kepada tetangga, saudara, sahabat, kerabat kerja dan lain sebagainya. Dihadiahkan berbeda dengan disedeqahkan, sebab dihadiahkan secara ekonomi dianggap sudah berkecukupan.

Seperti itulah ulasan mengenai hukum makan daging aqiqah bagi orang tua ataupun sanak saudara. Tidak ada penjelasan yang mengatakan bahwa memakan daging aqiqah adalah haram. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas


Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik di sini.

Tag : Artikel
Back To Top